0812-2078-1186
Line : kaoskeun

Perbedaan  Garment Dan Konveksi

Jika kita berbicara tentang industri fashion tanah air, maka tidak akan terlepas dari garment dan konveksi. Pandangan awam masyarakat mengidentikan garment dan konveksi sebagai pabrik pembuat produk fashion. Namun jika kita telusuri lebih jauh, pandangan ini tidak sepenuhnya tepat namun tidak juga terlalu salah. Mari kita mengenal lebih dekat tentang garment dan konveksi dari beberapa aspek di bawah ini.

 

 

 

  1. Di tinjau dari segi bahasa (terminologi)

 Garment merupakan serapan dari bahasa inggris yang mempunya arti “ any article of clothing “. Jika kita terjemahkan secara bebas, artinya ya itu segala jenis pakaian. Atau dalam pengertian lain, garment merupakan produk fashion itu sendiri. Kaos,  celana, hodie, jacket dan rompi itulah yang di maksud dengan garment jika dilihat secara bahasa. Hal ini akan selaras dengan pemahaman masayarakat jika kita menambahkan kata pabrik di depanya, Pabrik garment. Maka artinya akan sesuai dengan pandangan awal masyarakat yaitu sebuah pabrik yang fokus produksinya adalah produk-produk fashion.

Jika kita meninjau kata konveksi ini secara bahasa, kita tidak akan menemukan keterkaitanya dengan fashion dan garment. Bahkan kita hanya akan menemukanya dalam pelajaran fisika SMA , dalam sub bahasan Kalor. Konveksi merupakan sebuah proses fisika dimana terjadinya perpindahan panas oleh suatu zat diiringi dengan perpindahan zat tersebut. Maka secara tersurat ini tentu sangat berbeda dengan pemahaman kita selama ini. Kapan sebenarnya konveksi ini mengalami perluasan makna menjadi sebuah industri manufaktur. Namun di lapangan, istilah konveksi ini lebih terkenal sebagai perusahaan manufaktur pembuat berbagai jenis produk fashion.

 

IMG_20180828_150809_HDR-300x225 Perbedaan  Garment Dan Konveksi
Produk fashion konveksi yang paling umum adalah kaos sablon.
  1. Di tinjau dari skalanya

Mari kita sepakati lebih dulu bahwa kita meminjam istilah garment dan konveksi dalam pandangan masayarakat awam. Garment dan konveksi adalah sebuah fashion manufactur. Mari kita batasi tinjauan skala ini dari aspek luas wilayah, jumlah orderan , dan banyaknya sumberdaya. Jika dilihat dari aspek ini, garment memiliki skala yang lebih besar dari konveksi. Luas pabrik garment jauh lebih besar, karena harus menampung jumlah mesin dan karyawan yang lebih banyak. Tentu saja ini berbanding lurus dengan jumlah orderan yang di kerjakan.

IMG_20180825_141926_HDR-300x195 Perbedaan  Garment Dan Konveksi
Di Konveksi biasanya maksimal 5 orang disetiap divisinya.

Sedangkan konveksi tentu saja skalanya lebih kecil. Dalam satu konveksi bisa saja hanya mempekerjakan 3 sampai 4 karywan saja. Sangat berbeda jauh dengan jumlah karyawan pabrik garment  yang bisa mncapai ratusan hingga ribuan. Oleh karena itu orderan suatu konveksi sangat terbatas . maka jika konveksi ini mengalami overload , mereka akan membagi orderan ini kepada rekan konveksi yang lain. Namun meskipun garment ini besar tidak menutup kemungkinan juga bisa mengalami overload orderan. Maka disinilah konveksi ini memainkan peran, tidak sedikit juga konveksi yang menerima orderan dari pabrik garment.

IMG_20180823_104034_HDR-300x162 Perbedaan  Garment Dan Konveksi
Orderan yang overload

 

Kesimpulan dari bahasan ini, istilah garment dan konveksi telah mengalami pergeseran makna. Bahkan masyarakat lebih mengenal garment dan konveksi ini sebagai pabrik/ perusahan manufaktur. Padahal garment adalah produk manufaktur itu sendiri yang berati pelaku bukan objek. Sedangan konveksi sendiri sejatinya adalah sebuah proses perpindahan kalor dalam ilmu fisika. Namun jika kita anggap orderan itu sebagai kalor, maka kita akan menemukan sedikit keterkaitan. Karena jika orderan itu overload maka ada perindahan pengerjaan dari pabrik garment terhadap pabrik-pabrik berskala kecil yang kita kenal dengan konveksi.

 

 

About the author

Leave a Reply